Eks manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani mengaku rugi sampai

Eks manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani mengaku rugi sampai Rp 1,2 miliar dampak mafia sepakbola. Hal itu dibongkarnya sebagai saksi persidangan.

“Jumlah Rp 1,2 miliar ini sudah semuanya. Mulai dari permulaan saya terjun ke dunia sepakbola sampai memegang Timnas (putri U-16), Porprov dan lain-lain sudah tertuang di situ,” kata Lasmi Indaryani usai menjadi saksi sidang mafia bola di Pengadilan Negeri (PN) Banjarnegara, Kamis (9/5/2019).

Selama persidangan, Lasmi menceritakan cocok informasi acara pemeriksaan (BAP) kronologis hubungannya dengan para terdakwa. Mulai dari bagaimana ia mengetahui mantan ketua Asprov PSSI Jawa Tengah, Johar Lin Eng, sampai menjadi manajer Timnas sepakbola putri U-16.

Lasmi sempat sedikit tersulut emosinya saat terdakwa Anik Yuni Kartika Sari alias Tika melontarkan pertanyaan.

“Saya tadi memang sedikit emosional, karena Tika tidak merasa bersalah,. Tika ini orang yang paling dekat dengan saya, jadi tidak menyangka akan mengibuli saya,” ujarnya.

Sementara itu Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, saksi lain yang yaitu ayah Lasmi Indaryani, menuturkan dugaan pembohongan yang dikerjakan terdakwa Tika. Tika disebut menjanjikan slot tuan rumah babak 32 besar Liga 3, tetapi hal tersebut tidak terbentuk.

“Tapi hasil terakhir tidak cocok yang dijanjikan. Nah hasil uang dari Lasmi yang dikasih kepada Tika ini yang kemudian dipakai untuk suap. Mulai dari Johar, Priyanto, Mbah Putih, Mansyur dan Farid,” kata ia.